Ketiga, penyampaian makna. Simbol tertentu dapat menyampaikan pesan atau nilai yang ingin dikaitkan dengan pemiliknya, seperti kekuatan, keberanian, dan ketulusan.
Keberagaman bentuk tanda tangan dalam surat perjanjian pagang gadai pada manuskrip Minangkabau mencerminkan dinamika budaya, sejarah, dan nilai-nilai sosial masyarakatnya.
“Dari tanda silang, lingkaran yang sederhana, model kupu-kupu sudah mulai berbentuk, hingga simbol unik dan cap jempol, serta bentuk tulisan Arab dan Latin, masing-masing memiliki konteks dan makna tersendiri,” jelas Daratullaila.
Baca Juga: Loh Kok Tum Band (LKTB) Siap Tur 10 Kota!
“Evolusi ini tidak hanya menunjukkan adaptasi masyarakat terhadap perubahan zaman dan pengaruh kolonial, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya identitas personal, tingkat literasi, dan status sosial dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.
Beragam bentuk tanda tangan ini menjadi bukti nyata bagaimana tradisi lokal dapat menyerap pengaruh eksternal tanpa kehilangan nilai-nilai khasnya, menciptakan jejak historis yang sarat makna di setiap lembar perjanjian.***
Artikel Terkait
Utamakan Keselamatan, KAI Pertahankan Budaya ‘Tunjuk-Sebut’
Lawon Balebat Joko Avianto di Art Love U, Simbol Perlindungan Budaya dan Identitas yang Terkikis
Peragaan Perdana 'The Flying Cloth' Perpaduan Fashion Berkelanjutan dan Keindahan Budaya Batak
Kisah Bassilio Eksplorasi Budaya Baru Saat Ikuti Summer Course di Korea University
Kesaksian Paul Hendro Membangkitkan Ingatan Sejarah Bangsa, Balai Budaya 22-31 Des 2024